Menyusu untuk Rasa Nyaman
By: Midya Desiani
| bump to birth, nursing
Saat bayi beranjak besar, kebutuhannya menyusui bukan lagi sebatas meredakan lapar tetapi juga memberikan rasa nyaman. Ya, perasaan nyaman yang dihasilkan oleh momen menyusui memang luar biasa. Berdasarkan penelitian konselor laktasi asal Otawa-Kanada, Fleur Bickford, yang diterbitkan pada 2009 di jurnal Pediatrics, menyusu terbukti dapat memberikan efek yang lebih efektif untuk meredakan rasa sakit dibandingkan hal lain yang juga memberi rasa nyaman, seperti digendong, dibiarkan mengisap dot, atau diberi susu hangat. Ukuran ini didapat dari memerhatikan beberapa faktor termasuk jumlah tangisan dan perubahan denyut jantung bayi. “Bayi menghampiri dada ibu mereka untuk berbagai alasan. Haus, lapar, lelah, takut, kesal. Semua bisa menjadi alasan yang sah bagi bayi untuk menyusu,” ujar Fleur.
Apakah menyusu demi rasa nyaman salah? Bagaimana kita tahu bahwa kegiatan menyusu sudah berubah menjadi sebatas alat pemberi rasa nyaman? Itu apabila permintaannya untuk menyusu terjadi di luar jadwal kebiasaan, terutama pada minggu-minggu awal menyusu. Di minggu awal menyusui, produksi susu terbilang tetap sehingga frekuensi menyusu dapat menjadi patokan bagi ibu untuk menghasilkan susu yang cukup. Pada saat itu, bayi mencari ibu bukan lagi untuk makan tetapi untuk meraih kontak fisik. Karena lewat sentuhan kulit dengan kulit, bayi dapat memastikan keberadaan Sang Ibu. Ia akan mengenali suara, aroma, dan degup jantungnya.
Menyusu demi rasa nyaman sebenarnya tidak salah. Berdasarkan penelitian Fleur pula, bayi yang disusui secara teratur ternyata dapat menjadi anak yang berani dan senang bertualang ketika dewasa. Respons yang ibu berikan dengan penuh cinta telah mengajarkan anak bahwa dunia yang mereka pijak adalah tempat yang aman dan menyenangkan. Namun begitu, ada yang patut Anda waspadai. Jika anak tampak tidak pernah puas setelah disusui dan berat badannya juga tidak bertambah, bisa jadi ia mengalami masalah saat menyusu. Bawa anak berkonsultasi ke dokter anak.
(Fifi Juliana/DT/dok.freedigitalphotos)
Popular This Week
More From
}bump to birth
7 Gejala Kehamilan yang Bisa Jadi Tanda Bahaya bagi Bumil
By: Susanto Wibowo
Mengalami Kehamilan Kosong, Perlukah Menjalani Proses Kuret?
By: Fariza Rahmadinna
Jangan Asal Pilih, Ini Alat Kontrasepsi yang Aman untuk Ibu Menyusui
By: Wieta Rachmatia
Hati-hati, Ini Kandungan Skincare yang Tidak Boleh untuk Ibu Hamil
By: Thalita Putik Arawanda